Minggu, 31 Oktober 2010

Burger King Holdings

Burger King (NYSE: BKC), sering disingkat BK, adalah rantai global restoran hamburger cepat saji yang berkantor pusat di Miami-Dade County sama operasi, Florida, Amerika Serikat. Perusahaan mulai sebagai rantai, restoran Jacksonville berbasis di Florida pada tahun 1953. Awalnya disebut Insta-Burger King, itu dimiliki dan dioperasikan oleh Keith J. Kramer dan paman istrinya, Matthew Burns. Setelah perusahaan mengalami kesulitan keuangan pada tahun 1955, dua waralaba berbasis Miami, David Edgerton dan James McLamore, membeli perusahaan dan dinamai kembali itu Burger King. Sejak saat itu, perusahaan telah menggunakan beberapa variasi waralaba untuk memperluas operasinya.

Burger King Holdings adalah perusahaan induk dari Burger King, di Amerika Serikat, beroperasi di bawah judul Nama Burger King sedangkan internasional itu beroperasi di bawah bendera Burger King Corporation. Ini adalah sebuah perusahaan publik dengan perusahaan investasi TPG Capital, Bain Capital, dan Goldman Sachs Capital Partners, yang secara kolektif memiliki sekitar 31% dari perusahaan. Pada tanggal 2 September 2010, ia mengumumkan bahwa perusahaan telah menerima tawaran pembelian dari 3G Capital, sebuah perusahaan yang didukung oleh miliarder Brasil Jorge Paulo Lemann, Marcel Telles dan Carlos Alberto Sicupira, dalam sebuah kesepakatan senilai $ 3.26bn.

Pada akhir tahun fiskal 2009, Burger King melaporkan bahwa ada lebih dari 12.000 outlet di 73 negara, 66% berada di Amerika Serikat dan 90% adalah milik swasta dan dioperasikan. Perusahaan ini memiliki lebih dari 37.000 karyawan yang melayani sekitar 11,4 juta pelanggan setiap hari. Di Amerika Utara,. waralaba dilisensikan pada basis per toko, sedangkan di beberapa lokasi internasional lisensi dijual secara regional dengan waralaba yang memiliki hak eksklusif untuk pengembangan daerah atau negara. Ini waralaba daerah ini dikenal sebagai waralaba master, dan bertanggung jawab untuk membuka restoran baru, lisensi operator partai baru ketiga, dan melakukan pengawasan standar semua lokasi restoran di negara-negara, contoh terbesar dari sebuah waralaba master adalah Hungry Jack, yang secara eksklusif memiliki, mengoperasikan atau sub-lisensi lebih dari 300 restoran di Australia.

The Burger King menu telah berkembang dari penawaran dasar burger, kentang goreng, soda dan milkshake pada tahun 1954, untuk satu set, lebih besar lebih beragam penawaran yang mencakup beberapa variasi ayam, ikan, salad dan sarapan. The Whopper, sandwich yang kemudian menjadi produk tanda tangan Burger King, adalah penambahan besar pertama ke menu oleh McLamore pada tahun 1957. Tidak semua perkenalan memiliki keberhasilan Whopper; BK telah memperkenalkan banyak produk yang gagal menangkap di pasar.

Beberapa produk yang telah gagal di AS telah melihat sukses di pasar luar negeri, di mana BK juga telah dirancang menu untuk selera daerah.

Perusahaan "Golden Age" dari iklan adalah selama tahun 1970-an ketika memperkenalkan maskot Sihir Burger King, jingle berkesan, dan slogan terkenal dan beberapa diparodikan. Dimulai pada awal 1980-an, iklan yang mulai kehilangan fokus; serangkaian kurang kampanye iklan yang berhasil dibuat oleh berbagai lembaga berlanjut selama dua dekade berikutnya. Pada tahun 2003, Burger King mulai resuscitating iklan sekarat dengan mempekerjakan biro iklan Miami berbasis Crispin Porter + Bogusky (CP + B). Mereka benar-benar reorganisasi iklan Burger King dengan serangkaian iklan baru berpusat pada karakter Burger King menghidupkan kembali Sihir. (wikipedia)

Lihat juga : Sate, Sushi

Kuliner khas gunung lawu

Pernah berkunjung ke kawasan wisata Telaga Sarangan yang terletak di lereng Gunung Lawu, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur?  Disana ada kuliner khasnya, yakni Sate kelinci.
Tidak sulit mencari dimana pengunjung dapat menemukan hidangan khas ini. Karena hampir di sekeliling Telaga Sarangan terdapat warung-warung tenda maupun pedagang kaki lima yang menjajakan sate kelinci.

Data dari Dinas Pariwisata Magetan mencatat, terdapat sedikitnya 140 pedagang sate kelinci yang berjualan di sekitar kawasan Telaga Sarangan. Mereka tergabung dalam paguyuban pedagang sate kelinci Telaga Sarangan.

Hampir sama dengan hidangan sate pada umumnya, hanya saja pada sate kelinci memiliki tekstur daging yang berserat halus dan warna sedikit pucat. Sehingga rasanya lebih lembut dan gurih saat dikunyah. Tidak seperti halnya sate daging ayam ataupun kambing.
Salah satu anggota paguyuban pedagang sate kelinci Telaga Sarangan, Sukatno, mengatakan, untuk dikonsumsi menjadi hidangan sate kelinci yang mantap, biasanya daging kelinci diambil dari kelinci yang berumur antara empat hingga enam bulan.

"Dipilihnya umur tersebut, karena rasa daging yang dihasilkannya akan empuk dan gurih," ujar Sukatno sambil mengipasi sate kelincinya.

Dalam penyajiannya, sate kelinci tak ubahnya sate lainnya. Bumbunya pun sama yaitu terdiri atas bumbu kacang dihaluskan bercampur irisan bawang merah dan kecap manis. Bagi yang suka pedas bisa ditambahkan sambal pada bumbu satenya. Demikian juga untuk sensasi rasa segar, pada bumbu sate bisa ditambahkan dengan air perasan irisan jeruk nipis.
Ada dua pilihan dalam menyajikan satu porsi sate kelinci, yakni menikmati sate dengan irisan lontong yang lembut atau nasi putih yang pulen. Hidangan ini akan terasa lebih nikmat lagi saat menyantapnya sambil menikmati pemandangan Telaga Sarangan nan elok.

Satu porsi sate kelinci Telaga Sarangan ini terdiri dari 15 tusuk sate dan satu piring lontong ataupun nasi putih. Satu porsinya dihargai Rp10.000,00. Atau untuk 10 tusuknya hanya merogoh kocek Rp7.000,00 saja.
Sukatno menambahkan, satu kelinci muda, rata-rata dapat menghasilkan 60 hingga 90 tusuk sate, tergantung dari ukuran kelinci. Rata-rata untuk hari libur seperti hari Minggu, pedagang sate kelinci bisa menjual hingga 250 tusuk, sedangkan pada liburan keagamaan ataupun akhir tahun bisa meningkat hingga 900 tusuk sate.

Sukatno mengaku, kelinci-kelinci tersebut ia peroleh dari pedagang pengepul yang sudah mejadi langganannya. Ia menggeluti pekerjaan berjualan sate kelinci ini sudah sejak tahun 1983.

"Setiap berkunjung ke Telaga Sarangan, saya selalu membeli makanan kesukaan saya yakni sate kelinci. Menurut saya, daging sate kelinci di Telaga Sarangan lebih empuk dan gurih. Selain itu harganya juga pas," kata salah satu pengunjung Telaga Sarangan dari Madiun, Ashari Purwo.

Menurutnya, sate kelinci Telaga Sarangan akan lebih "mak nyus" jika disandingkan dengan minuman teh tubruk hangat. Pasangan ini sangat pas untuk menikmati sejuknya udara di lereng Gunung Lawu ini.(antara - jawa timur)


Lihat juga : Hanamasa, Burger King

Sate diiringi alunan musik keroncong

Sate atau kadangkala ditulis satay atau satai adalah makanan yang terbuat dari potongan daging (ayam, kambing, domba, sapi, babi, ikan, dan lain-lain) yang dipotong kecil-kecil,dan ditusuki dengan tusukan sate yang biasanya dibuat dari bambu, kemudian dibakar menggunakan bara arang kayu. Sate kemudian disajikan dengan berbagai macam bumbu (bergantung pada variasi resep sate).

Sate diketahui berasal dari Jawa, Indonesia, tetapi sate juga populer di negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia, Singapura, Filipina dan Thailand. Sate juga populer di Belanda yang dipengaruhi masakan Indonesia yang dulu merupakan koloninya. Versi Jepang disebut yakitori.

Biasanya sate diberi saus. Saus ini bisa berupa sambal kecap, sambal kacang, atau yang lainnya. Untuk sate bebek Tambak menu lengkapnya adalah sate, saus bumbu manis kacang tanah atau bumbu pedas (menurut selera) dan irisan tomat serta mentimun. Lalu sate dimakan dengan nasi hangat atau, kalau di beberapa daerah disajikan dengan lontong. Kadang-kadang sate dimakan dengan ketupat.

Menu sate, gulai dan tongseng kambing yang dihidangkan warung yang bernama asli warung sederhana ini mempunyai rasa khas hidangan sate pada umumnya. Uniknya, di warung yang katanya telah berdiri sejak 1965 ini, Anda bisa menikmati alunan merdu musik keroncong yang dibawakan oleh tiga pemusik, dari situlah nama sate keroncong berasal.

Meski dengan alat yang sederhana, alunan musik keroncongnya lumayan enak, kebayang dong, nikmatnya makan sate sembari membayangkan suasana masa lalu ala oma opa kita. Kehadiran musisi keroncong ini menjadi hiburan tersendiri bagi pengunjung warung. Bagi Anda yang berminat satu porsi sate keroncong dihargai Rp 30.000;


Lihat juga :  soto

Jumat, 29 Oktober 2010

Fusion sushi di depan FO

Restoran sushi yang biasanya identik dengan tempat yang mewah, dengan harga yang selangit dipatahkan oleh Sushi Boon yang ada di pinggir Jalan Dago tepatnya di depan Level Factory Outlet. Sushi lovers juga bisa menikmati aneka fusion sushi dengan harga yang merakyat.

Eating sushi with different experience itulah slogan Sushi Boon. Saat makan di Sushi Boon, akan terasa berbeda dengan menyantap sushi di restoran khusus sushi lainnya.

Konsep warung sushi ini minimalis dan terbuka. Di sana pengunjung bisa duduk di bangku plastik sederhana, atau di meja mirip bar yang langsung berhadapan dengan koki Sushi Boon.

Beragam gambar pada menu fusion sushi atau suhsi yang telah dimodifikasi membuat tak sabar ingin segera mencicipi makanan khas Jepang ini. Beberapa menu di Sushi Boon di antaranya rolling stones, spiky the spicy, battousai roll, crabby baby, leviathan, sweetheart, sunshine, dan maguro island. Selain itu, ada juga original sushi seperti nigiri, gunkan, maki, dan donburi.

Menurut salah satu pemilik Sushi Boon, Rifki Amir Balfas (22), dari beberapa menu di atas, jenis sushi yang menjadi andalan adalah Rolling Stones. Sengaja diberi nama Rolling Stones agar lebih dingat dan sesuai dengan pasar Sushi Boon yang targetnya adalah anak muda.

"Pemilihan namanya memang anak muda banget. Biar gampang di ingat juga," katanya sambil tertawa.

Rolling stones adalah sushi yang didalamnya terdiri dari beef teriyaki dan melting mozzarella cheese. Menu ini cocok untuk yang tidak menyukai jenis suhsi seafood.

Soal harga, jangan khawatir, harga sushi di Sushi Boon ringan di kantong. Harganya berkisar dari Rp 10 ribu hingga Rp 30 ribu. Menurut Rifki, harganya memang disesuaikan dengan pasarnya yakni kalangan mahasiswa, remaja, dewasa muda. "Kita pengen konsumen senang," tandasnya.

Porsinya pun berbeda dengan kebanyakan porsi sushi lainnya yang hanya menyuguhkan 4 potong sushi. Di Sushi Boon ini, fusion sushi dibagi menjadi 8 potong. "Dulu sih kenapa 8 potong karena kita kan bisnis ber-delapan, jadi biar pas saja mencoba satu-satu," ucapnya.

Konsep outdoor Sushi Boon membuat suasana fun dan rileks lebih terasa saat menyantap aneka sushi. Jika tak ingin makan di tempat, Sushi Boon juga bisa dibungkus untuk dibawa pulang. "Orang-orang kan biasanya agak segan masuk ke restoran sushi yang mewah. Kita ingin bikin santai saja dengan konsep seperti ini," tutupnya. (avi/tya-detikbandung)


Lihat juga : wine

dim sum

Kamis, 28 Oktober 2010

Sate Madura, Ponorogo, dan Sate Padang

Sate Madura
Originating on the island of Madura, near Java, is a famous variant among Indonesians. Most often made from mutton or chicken, the recipe's main characteristic is the black sauce made from Indonesian sweet soy sauce/kecap manis mixed with palm sugar (called gula jawa or "javanese sugar" in Indonesia), garlic, deep fried shallots, peanut paste, petis (a kind of shrimp paste), candlenut/kemiri, and salt. Sate Madura uses thinner chunks of meat than other variants. It is eaten with rice or rice cakes wrapped in banana/coconut leaves (lontong/ketupat). Raw thinly sliced shallot and plain sambal are often served as condiments

Sate Padang
A dish from Padang and the surrounding area in West Sumatra, which is made from cow or goat offal boiled in spicy broth then grilled. Its main characteristic is a yellow sauce made from rice flour mixed with spicy offal broth, turmeric, ginger, garlic, coriander, galangal root, cumin, curry powder and salt. It is further separated into two sub-variants, the Pariaman and the Padang Panjang, which differ in taste and the composition of their yellow sauces.

Sate Ponorogo
A variant of satay originating in Ponorogo, a town in East Java. It is made from sliced marinated chicken meat, and served with a sauce made of peanuts and chilli sauce and Garnished with shredded shallots, sambal (chili paste) and lime juice. This variant is unique for the fact that each skewer contains one large piece of chicken, rather than several small slices. The meat is marinated in spices and sweet soy sauce, in a process called "bacem" and is served with rice or lontong (rice cake).. The grill is made from terracotta earthenware with a hole in one side to allow ventilation for the coals. After three months of use, the earthenware grill disintegrates, and must be replaced. (wikipedia)


See also : burger king


sour sally

What's the definition of Emulsifiers?

The emulsifiers are a group of compounds in ice cream that aid in developing the appropriate fat structure and air distribution necessary for the smooth eating and good meltdown characteristics desired in ice cream. Since each molecule of an emulsifier contains a hydrophilic portion and a hydrophobic portion, they reside at the interface between fat and water. As a result they act to reduce the interfacial tension or the force which exists between the two phases of the emulsion.

This causes a desorption of protein from the fat droplet surface, which promotes a destabilization of the fat emulsion (due to a weaker membrane) leading to a smooth, dry product with good meltdown properties. Their action will be more fully explained in the structure of ice cream section.

The original ice cream emulsifier was egg yolk, which was used in most of the original recipes. Today, two emulsifiers predominate most ice cream formulations:

Other possible sources of emulsifiers include buttermilk, and glycerol esters. All of these compounds are either fats or carbohydrates, important components in most of the foods we eat and need. Together, the stabilizers and emulsifiers make up less than one half percent by weight of our ice cream. They are all compounds which have been exhaustively tested for safety and have received the "generally recognized as safe" or GRAS status. (foodscience)


See also : dim sum


steak

Dim Sum Kampoeng

Bisnis kuliner emang gak ada matinya, tempat makan dari berbagai kelas muncul di berbagai sudut kota, tak terkecuali kota Hujan. Nah ada satu tempat makan baru di kota Bogor ini yang cukup unik dan menggelitik, namanya Dim Sum Kampoeng. Dimsum, kata Wikipedia berasal dari bahasa Kantonis yang artinya "makanan kecil", memang salah satu kuliner favorit istri saya. Nah, kebetulan saya dapat info dari email bahwa di Bogor ada tempat makan dimsum yang baru buka di bulan April 2009, langsunglah kita meluncur kesana. Apa istimewanya tempat baru ini? Berikut beberapa menu yang sempat saya cicipi dan keterangan yang tercantum pada daftar menunya.

Siomai, dalam bahasa mandarin, makanan ini disebut dengan shaomai, sementara dalam bahasa Kanton disebut siu maai. Siomai dibungkus oleh kulit yang tipis dari tepung terigu, dengan isi dibuat dari udang, tenggiri dan jamur, di atasnya diberi hiasan parutan wortel. Makanan ini konon berasal dari Mongolia Dalam. Rasanya? mantap, anak saya sampe makan terus gak brenti-brenti, apalagi ditimpali dengan saos asam manis sebagai saos pendampingnya membuat indera pengecap kita lupa daratan :) Harga: Rp. 11.000/porsi

Hakaw, elemen yang tidak bisa terlewatkan dari jajaran dimsum. Cacahan udang yang dibungkus dengan kulit yang terbuat dari tepung tangmien (terigu) dan tepung tapioka serta diolesi Garlic oil. Dan tak lupa dicocol saos khas dimsum dari nanas dan tomat, seluruuupppp.... Harga: Rp.11.000/porsi

Sui-Kiauw, masih berbahan dasar udang tapi yang ini kulitnya lebih tipis dan dagingnya lebih tebal. Tetap didampingi oleh saos andalan yang selangit rasanya. Harga: Rp. 11.000/porsi

DimSum Kombinasi, buat yang pengen nyobain semuanya pesen aja menu yang satu ini. Satu siomai, satu hakaw, satu Sui-Kiauw dan satu Lumpia. Bukan lumpia semarang loh, tapi lumpia berisi udang cincang, dibungkus dengan kulit tahu. Kelezatan empat jenis dimsum ini tampak begitu kaya dalam sajian yang satu ini. Harga: Rp. 13.000,-

Dimsum Bakar, nah ini andalan tempat makan ini. Berbeda emang dengan yang lain, dan curiganya hanya tempat ini yang menyediakan menu ini di Indonesia. Empat buah dimsum disajikan di atas hot plate dengan diguyur saus barbeque serta didampingi tiga jenis saus: barbeque, asam manis dan mayonaise. Enak tapi citarasa dimsumnya menurut saya hilang terbungkus oleh kuatnya rasa barbeque. Buat yang bener2 pengen merasakan cita rasa dimsum asli mungkin akan kecewa dengan sajian ini, tapi buat yang butuh sesuatu yang berbeda dari sajian dimsum yang begitu-begitu saja, mungkin ini dapat menjadi alternatif. Harga: Rp.13.000,-

Es Pala, buat minumnya jangan lewatkan minuman khas kota Bogor ini. Sari pala yang segar memang benar-benar melegakan tenggorokan kita, ditambah dengan irisan-irisan buah pala yang dapat menjadi pencuci mulut yang unik. Harga: Rp. 5000,-

Banyak juga pilihan menu non dimsum yang dapat dipesan di tempat ini. Sebut saja mie kocok, nasi timbel, ayam goreng/bakar dan lain-lain. Nah buat yang kebetulan lagi di Bogor bisa cari tempat ini, di seberang plaza pangrango (internusa) tepat dibelakang rumah makan sunda Pondok Bambu Kuring. Walaupun bangunannya sederhana tapi rasa yang disajikan di tempat makan ini sangat "berkecukupan"(banyumurti)


Lihat juga : sate

sour sally

Soto Tongkol Bangkalan

Soto ayam maupun soto daging sudah biasa dijumpai di warung-warung makan. Namun soto ikan tongkol, hanya ada di Warung Aisyah di Jalan Raya Ketengan, Bangkalan, Madura. Selain harganya murah, rasanya lebih meriah serta enak di lidah.

Pantauan SCTV, Ahad (31/1), Warung Aisyah terus dipenuhi pembeli sejak pagi. Pengunjung sengaja datang ke warung ini untuk menikmati soto ikan tongkol. Tak seperti jenis lainnya, soto ikan tongkol tidak perlu dikunyah terlalu lama. Pasalnya ikan tongkolnya sudah empuk.

Rasanya enak sekali hingga mengusik lidah untuk terus memakannya. "Kalau soto daging soto ayam ditemui dimana-mana tapi kalau soto tongkol hanya ada disini," kata Amin Kumis, penikmat soto tongkol. Pun demikian dengan orang lain. "Baru pertama saya rasakan," katanya.

Satu porsi soto ikan tongkol cukup dibayar dengan Rp 6.000. Harga itu sudah termasuk segelas teh. Dalam sehari, 10 kilogram ikan tongkol habis terjual untuk bahan soto. Penjual soto ikan tongkol di Bangkalan hanya satu yakni Warung Aisyah yang ada di Kecamatan Sepulu.(JUM - gaya hidup liputan 6)


Lihat juga :  sushi

steak

Rabu, 27 Oktober 2010

Wine yang sparkling

Sparkling Red

gaya unik Australia anggur / wine, Reds Sparkling telah dilakukan sejak tahun 1860-an, terutama dari anggur Shiraz. Ini anggur yang banyak menyenangkan, dengan buah besar, tanin dan sedikit manis memberi keseimbangan besar - hanya anggur untuk menjaga selera Anda kuncup kesemutan dan pertandingan yang bagus untuk makan. Ini adalah anggur Aussie's miliki dengan kalkun saat Natal - gabung tradisi Aussie dan mencobanya!

Sparkling White

Sparkling anggur Australia datang dalam berbagai bentuk, ukuran dan warna. versi Putih bervariasi dari mendesis sehari-hari, penuh buah dan menyenangkan, untuk top-notch tradisional terbuat (difermentasi dalam botol) klasik benar.

Tidak mengherankan, daerah dingin Australia memproduksi bahan dasar terhutang atas kualitas anggur: Tasmania dan Lembah Yarra menjadi salah satu yang terbaik. (Wineaustralia)

Price and Promotion Burger King

Price

* Burger King recently joined McDonalds in offering a $1 double cheese burger. Some of its franchises claimed the price reductions cut into profits. Burger King has reportedly ended its unpopular (among franchise owners) $1 double cheeseburger promotion.
* Burger King plans to sell slushy drinks for $1 leading into the summer in order to offer an alternative to McDonalds $1 summer drink.
* The company also will continue to sell its new premium burger, the Steakhouse XT, for $3.99 through mid-September, with another national television ad splash planned in August.


Promotion

* Burger Kings Big Value Menu $1 Talent Show invites customers to display their talent via videos they submit with the goal of winning a menu item.
* The company has coined the term “next best move” to feature scheduled promotional tours with stops in urban communities around the country. The effort is augmented by a special website where Participants can describe community service contributions.
* Burger King is backing its biggest product launch of the year, the Tendercrisp Premium Chicken burger, with a promotion theme encouraging consumers to “cheat on beef”'. The campaign began in March of 2010 using ads created by Crispin Porter & Bogusky. (marketing teacher)


See also : sushi

steak

Strategi Tempat dan Promosi Burger King

Tempat

* Burger King menjalankan bisnisnya melalui waralaba, dalam rangka suatu perjanjian waralaba, franchisee berinvestasi di, signage tempat duduk peralatan, dan dekorasi, sedangkan perusahaan memiliki atau sewa tanah dan bangunan. Perusahaan ini menghasilkan pendapatan dari tiga sumber: penjualan di restoran perusahaan, royalti dan biaya waralaba dan pendapatan properti dari yang waralaba yang sewa atau properti sub sewa dari perusahaan.

* Burger King menempati lokasi primer.


Promosi

* Burger Kings Big Menu Nilai 1 $ Talent Show mengajak pelanggan untuk menampilkan bakat mereka melalui video mereka menyerahkan dengan tujuan untuk memenangkan sebuah item menu.

* Perusahaan telah diciptakan yang "langkah terbaik berikutnya" untuk fitur dijadwalkan tur promosi dengan berhenti di masyarakat perkotaan di seluruh negeri. Upaya ini ditambah dengan sebuah website khusus di mana Peserta dapat menggambarkan kontribusi layanan masyarakat.

* Burger King adalah dukungan produk terbesarnya peluncuran tahun, Tendercrisp Premium burger Ayam, dengan tema promosi mendorong konsumen untuk "menipu pada daging sapi" '. Kampanye dimulai pada bulan Maret 2010 menggunakan iklan yang dibuat oleh Crispin Porter & Bogusky. (Guru pemasaran)


Lihat juga: sate


sushi

YoguBUZZ by Sour Sally

Success with its first outlet at Mall Ciputra Hero dam so many requests YoguBUZZ demand, Outlet YoguBUZZ by Sour Sally "Froyo For Everyone" added one new outlet at Lotte Mart Ratu Plaza, Friday (15/10).

By Saly YoguBuzz Sour are now present in Blok M Plaza and at Hero Mall Ciputra. For nearly a year, YoguBUZZ dedicated to become national frozen yogurt market leader in Indonesia. Outlet with an area of 16m2 is very strategic because of its location was in Lottemart, Ratu Plaza, an anchor tenant-based wholesale retail center in Korea. Presumably this could be a target of executives from offices located in the vicinity of Ratu Plaza and visitors Lottemart in particular.

YoguBUZZ present in the concept of a more minimalist than its predecessor brand, namely Sour Sally. In addition to trendy, affordable YoguBUZZ also in terms of price for all layers. To think, YoguBUZZ have 3 flavor that is original, BUZZberry with blueberry essence, and a twist that is a mixture of original and BUZZberry. Available in 2 sizes with 1 regular topping and medium with 2 free 1 topping.

Benefits of yogurt is so good for health. There is no harm if YoguBUZZ Lottemart Ratu Plaza convey the message "Healthy with YoguBUZZ every day." In addition to good digestion, fit to be a substitute for those who suffer from lactose intolerant, it's also delicious with a full variety of tempting toppings. Appropriately priced pocket, taste delicious and good for health benefits, what are you waiting. Please visit the new outlet's license YoguBUZZ by Sour Sally in Lottemart Ratu Plaza. YoguBUZZ, Froyo for everyone. (Mahasiswa.com)


See also: sushi


soto

Many Kind of Sour Sally

When this frozen yogurt is the food on the rise. When it comes to frozen yogurt that is certain is that we dipikiran Sour Sally. Actually there are many restaurants providers like JCo frozen yogurt, Red Mango, Smooch, Heavenly Blush and others. But of the many restaurants are still Sour Sally was the most delicious in my opinion. You can find Sour Sally in various Mall in Jakarta. Thankfully Sour Sally is also open in Summarecon Mall Serpong, so to nyicipin Sour Sally ga need all the way to Jakarta. hehe ..

In Sour Sally is provided in a variety of frozen yogurt flavor to choose from. Concomitant increase in the number of fans of different variants Sour Sally then frozen yogurt is also developed. Available in Sour Sally different taste that is plain, strawberry, Candy Sally (a combination of mint and pink melon licious), Twist (a combination of plain and melon mint flavor), Bubble Gum. Meanwhile, as a complement to this delicious frozen yogurt you can choose the toppings you want. There are so many toppings to choose from. There OREO, kiwi fruit, strawberries, mochi, peach, longan, blueberries, cornflakes, almonds, choco chips, choco caviar, and many more other toppings.

Sour Sally Price depends on the size of the cup that we want. It costs about 20ribuan until 30ribuan. For the small cup size 20ribuan price is quite expensive, hehehe .. But be prepared to eat frozen yogurt that makes you mengeryitkan your forehead as a refreshing acidic taste. (Wuah.com)


See also: burger king

hanamasa

Steak Setengah Juta

Dari sekian undangan ke berbagai resto, café, warung, lesehan, ini adalah pengalaman yang berkesan. Menulis steak house di Surabaya, saya berkesempatan menikmati steak di Angus House yang berlokasi di lantai VI gedung WTC jalan Pemuda. Resto ini terbilang unik selain tempatnya di lantai tertinggi dengan pemandangan kota Surabaya.

Saya berkesempatan mencicipi menu special yaitu Mathusaka beef steak, dagingnya khusus didatangkan dari peternakan sapi Jepang. Dagingnya terkenal paling baik kualitasnya. Sebenarnya pas dari irisan pertama sudah terasa kalau daging ini lembut banget, soalnya saya nggak perlu tenaga ekstra buat ngiris, “Begitu sampai di mulut terasa empuk…bangetttt,” Duh makklepek rasanya. Dimakan dagingnya saja sudah enak, pas ditambah brown souce aduh rasanya bikin lali omah..he.he.he.

Menu satu ini harganya juga lain dengan menu lainnya, sebab untuk satu porsinya dengan ukuran 200 gram Rp 520 ribu sedangkan untuk 300 gram Rp. 620 ribu. “Market kami memang kalangan high class, terutama pada mereka yang ingin menikmati steak dengan kualitas terbaik” ujar Irsal si executive chefnya. Wah- Pantes !.
Tapi jangan khawatir, untuk steak lain dengan daging impor,masih ada kok dengan harga terjangkau yaitu,
Rp 180 ribu .
Steaknya ada sekitar 50 macam, mulai daging sapi, ayam dan sea food. Kata executive yang ramah ini, dengan haga itu bisa menikmati menu lengkap mulai sup, mix salad , rib eye prime. Untuk dessertnya tersedia ice cream atau snack. Untuk appatizer dan dessert mengunakan taste Perancis dan Itali. Satu catatan tiramisu-nya dahysatttt banget dah !.

Duh - kapan lagi bisa makan steak setengah juta yaaa…….??? (manda la mendol - jagomakan)


Lihat juga : sate

soto

Soto Banjar Khas Kalimantan Selatan

Kalimantan Selatan yang terdiri atas 13 kabupten/kota dengan penduduk hampir 3,5 juta jiwa, memiliki berbagai makanan khas, di antaranya soto Banjar.

Bagi orang luar daerah Kalimantan Selatan (Kalsel) atau Kota Banjarmasin khususnya, mungkin hanya mengenal sebutan soto Banjar.
Padahal, kalau dicermati secara seksama, sebenarnya ada beragam produk soto Banjar yang kelihatannya serupa, tapi tak sama.

Sebagai contoh, di Banjarmasin, ibukota Kalsel, terdapat beberapa produk soto Banjar yang terkenal dan punya "merk" sendiri-sendiri, di antaranya Soto Yani-Yani, Soto Abang Amat, Soto Bawah Jembatan, Soto Kuin/Kuintana dan Soto Kampung Melayu.

Selain itu, yang tergolong lama ada atau sejak tahun 1960-an sudah eksis, yaitu Soto Pal Satu di Jalan A. Yani dan Soto Pekapuran yang dulunya terkenal dengan ayam "bapukah" (potongan besar/tanpa diricih).
Memang bahan dasar produk Soto Banjar itu sama, baik yang diolah urang Banjar di perantuan maupun mereka yang tinggal di Kalsel, yaitu terdiri atas nasi atau ketupat, ayam serta secukupnya rempah-rempah seperti buah pala, lada dan lainnya.

Demikian pula halnya soto Banjar yang diolah orang yang tinggal di Banjarmasin, bahan dasarnya sama dengan mereka yang mengolah di daerah Hulusungai atau "Banua Anam" Kalsel.

Begitu pula, misalnya soto Banjar yang ada di Barabai, ibukota Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalsel, mungkin beda rasa dengan soto Banjar yang di Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng).
Dari masing-masing produk itu ada pula kekhasannya, baik dalam segi muatan rempah atau bahan lainnya maupun dalam penyajian, guna menarik perhatian serta selera konsumen.

Namun, sebagai salah satu ciri khas soto Banjar yang asli, menggunakan ayam kampung, serta tanpa penyedap seperti vetsin.
Tapi terkadang ada pula yang menggunakan ayam ras atau jenis daging lain, karena harga ayam kampung jauh lebih mahal. Apalagi saat menjelang lebaran, harga ayam kampung bisa dua kali harga ayam ras.

"Persoalan rasa ini tergantung selera atau kesukaan masing-masing orang, sehingga tak bisa menjadi ukuran dari ciri khas Soto Banjar. Karena ada orang suka agak rasa lemak dan ada pula yang senang dengan rasa yang biasa-biasa saja," ujar Hj. Nurul Lathifah, seorang warga Banjarmasin.

Misalnya, ada orang yang senang dengan Soto Yani-Yani atau cuma suka Soto Abang Amat dan lainnya. Karena dari masing-masing produk itu punya cara mengolah dan menyajikan sendiri-sendiri, katanya.

Oleh sebab itu, jangan heran kalau dari masing-masing produk Soto Banjar tersebut berbeda rasa saat disantap, walau bahan dasarnya sama, demikian Nurul. (SHN/K004 - antara)


Lihat juga : wine


sour sally

Selasa, 26 Oktober 2010

Ordering Dim Sum

But, back to dim sum. What types of foods are served at a typical dim sum lunch? Many of the dishes are either steamed or deep-fried. Among the former, you'll find everything from steamed pork spareribs and char siu bao - steamed buns with roast pork - to har gao, those wonderful shrimp dumplings with the translucent skin.

Deep-fried treats include mini spring rolls and Wu Gok, a type of taro turnover. Not to mention whatever other culinary creations the chef may come up with. At one dim sum lunch we were treated to delicious shrimp dumplings wrapped in seaweed and topped with a dollop of salmon caviar.
Finally, there's dessert. Custard tarts are a must; you may also have a choice between mango or almond pudding. All of the above are washed down with copious amounts of green tea.

Ordering Dim Sum

If you enjoy browsing through a menu, then a restaurant that serves dim sum in the traditional style is not for you. Instead of ordering from a menu, you choose from an assortment of dishes that servers push around on carts. While it may not be evident in the hustle and bustle of the carts rolling by, there is a certain order to how dim sum is served: lighter, steamed dishes come first, followed by exotic items such as chicken's feet, then deep-fried dishes, and finally dessert. An Asian friend told me that beginning dim sum with heavier deep-fried food is a little like serving rice for dinner as the first course.

Today, most restaurants have dispensed with the cart system. Instead, when you are first seated the waitress will hand you a menu and you use a pencil to mark off which items you want and the number of orders. The food is still served at the table in steamer baskets to keep it warm. Restaurants that continue to use the traditional cart system, including a major restaurant chain in Hong Kong, have made this a selling point. (chinese food)


See also : soto

hanamasa

Dim Sum untuk Sarapan yang Terlambat?

Yang belum menghabiskan sore malas di restoran Cina favorit mereka, menyeruput teh dan berpesta di berbagai macam makanan lezat yang tak terhitung membuat dim sum Cina? Secara harfiah berarti "untuk menyentuh hati Anda," dim sum terdiri dari berbagai macam kue, dikukus Goodies piring dan lainnya. Mereka adalah serupa dengan hors d'oeuvres, makanan lezat panas dan dingin disajikan di restoran Perancis.


Dim Sum - Brunch Cina?
Di barat, dim sum muncul sebagai hasil alami dari abad ke-19 imigran Cina - yang sebagian besar berasal dari daerah Kanton - menetap di pantai Timur dan Barat. Beberapa gourmands percaya bahwa dim sum mengilhami gagasan seluruh "brunch" - menggabungkan sarapan dan makan siang menjadi satu kali makan siang besar. Memang benar bahwa kata brunch hanya datang ke dalam keberadaan di akhir 1800-an. (Ada juga beberapa pemikiran bahwa sandwich Denver - snack koboi klasik - muncul ketika seorang juru masak Cina mencoba untuk beradaptasi Telur Foo Yung yang sesuai dengan selera barat).


Dim Sum Makanan
Tapi, kembali ke dim sum. Apa jenis makanan disajikan di makan siang dim sum khas? Banyak hidangan yang baik dikukus atau goreng. Di antara yang pertama, Anda akan menemukan segala sesuatu mulai dari iga babi dikukus dan bao Siu char - roti dikukus dengan babi panggang - untuk har gao, pangsit udang yang indah dengan kulit tembus.

Goreng memperlakukan termasuk lumpia mini dan Wu Gok, jenis omset talas. Belum lagi apa pun kreasi kuliner lainnya koki bisa datang dengan. Pada suatu makan siang dim sum kita disuguhi pangsit udang lezat dibungkus rumput laut dan ditutup dengan sesendok kaviar salmon.
Akhirnya, ada makanan penutup. tarts Custard adalah suatu keharusan, Anda juga mungkin memiliki pilihan antara mangga atau puding almond. Semua di atas adalah dicuci dengan jumlah berlebihan teh hijau.

Urutan Dim Sum
Jika Anda bisa browsing melalui menu, maka restoran yang menyajikan dim sum dalam gaya tradisional ini bukan untuk anda. Alih-alih memesan dari menu, Anda memilih dari bermacam-macam hidangan yang server push di sekitar gerobak. Meskipun mungkin tidak jelas dalam hiruk-pikuk gerobak bergulir oleh, ada urutan tertentu bagaimana dim sum disajikan: ringan, dikukus hidangan datang pertama kali, diikuti oleh barang-barang eksotik seperti kaki ayam, lalu piring goreng , dan akhirnya makanan penutup. Seorang teman bercerita bahwa Asia mulai dim sum dengan makanan goreng yang lebih berat sedikit mirip melayani nasi untuk makan malam sebagai program pertama.

Saat ini, sebagian besar restoran ditiadakan dengan sistem gerobak. Sebaliknya, ketika Anda pertama kali duduk pelayan akan menyerahkan menu Anda dan Anda menggunakan pensil untuk menandai item yang Anda inginkan dan jumlah pesanan. Makanan masih disajikan di meja di keranjang dandang untuk tetap hangat. Restoran yang terus menggunakan sistem gerobak tradisional, termasuk rantai restoran utama di Hong Kong, telah membuat titik penjualan. (Rhonda Parkinson - makanan cina)



Lihat juga: wine

sate

Es Krim Lobster

Aku menjerit, kau berteriak. Bahwa cukup banyak meringkas pengalaman makan ice cream lobster!
Saya tahu Anda tidak akan percaya padaku, walaupun. Bila Anda menemukan diri Anda dalam Bar Harbor, Maine, Anda akan melakukan apa yang saya lakukan - langsung menuju Ben dan Bill's Chocolate Emporium untuk mencoba ramuan ini belum pernah terjadi sebelumnya es krim vanili krim dan lobster Maine untuk diri sendiri. pemilik Toko manis itu menciptakan kombinasi aneh di awal 90-an untuk menghilangkan setiap rumor bahwa es krim mereka tidak buatan sendiri.

rasa adalah, bagaimana harus saya katakan ini halus ... membingungkan. Bruce, yang berbagi secangkir rasa Lobster tanda tangan Ben & Bill dengan saya, tidak cukup sebagai diplomatik di reaksinya. Saya percaya analisis jujur adalah, "Tidak ada yang grosir dari menggigit sepotong beku lobster dalam es krim!"

Aku tahu: Lobster es krim masih terdengar menarik untuk Anda.

Biarkan saya menawarkan bukti sedikit lebih bahwa aku memenuhi syarat untuk mengarahkan Anda ke arah yang benar ketika datang ke makanan beku tertentu.

Siapapun yang mengenal saya sangat menyadari bahwa saya memiliki kecenderungan untuk segala sesuatu "lobster." Bahkan, jika Anda melirik cepat di album foto saya pernikahan, Anda akan melihat saya di atas sebuah tiup lobster raksasa di gaun pengantin saya, yang seharusnya meyakinkan Anda tentang kesukaan saya agak intens untuk lobster.

Sekarang, tambahkan pada kenyataan bahwa aku berada di Bar Harbor selama beruap Empat minggu Juli saat es krim hanya tentang apapun seharusnya memperlakukan menyambut. Oh, dan yang paling penting dari semua - saya hamil lima bulan, dan dalam lima bulan, saya belum bertemu dengan sepotong es krim yang saya tidak suka.

Aku masih luka menyetorkan sisa-sisa yang belum selesai secangkir kecil kami lobster es krim dalam wadah sampah Bar Harbor.

Aku tahu apa yang Anda pikirkan - seberapa buruk dapat lobster es krim mungkin menjadi, terutama jika Ben & Bill's Chocolate Emporium telah menjual barang-barang itu selama lebih dari satu dekade?

Jadi, maju dan mencobanya. Bahkan, Anda tidak harus menunggu kunjungan Anda berikutnya ke Bar Harbor. Anda bisa memesan es krim lobster. Panggilan bebas pulsa, 800-806-3281, dan Ben & Bill Chocolate Emporium senang hati akan mengirimkan pint, liter atau galon (mulai aku mohon, dengan pint itu!) Es krim lobster, dikemas dalam es kering, untuk tiba pada Anda rumah atau kantor besok.

Ben & Bill's Chocolate Emporium terletak di jantung kota Bar Harbor, Maine, pada 66 Main Street. Panggilan bebas pulsa, 800-806-3281, selama berjam-jam dan informasi lainnya.
Hanya jika anda tidak percaya bahwa "Lobster" ini memang salah satu rasa es krim buatan sendiri di Ben & Bill's Chocolate Emporium di Bar Harbor, Maine, klik di sini dan melihat rasa yang kedua dari bawah. (Kim Knox Beckius - gonewengland)


Lihat juga: dim sum,



wine

Ice Cream's History

The origins of ice cream can be traced back to at least the 4th century B.C. Early references include the Roman emperor Nero (A.D. 37-68) who ordered ice to be brought from the mountains and combined with fruit toppings, and King Tang (A.D. 618-97) of Shang, China who had a method of creating ice and milk concoctions. Ice cream was likely brought from China back to Europe. Over time, recipes for ices, sherbets, and milk ices evolved and served in the fashionable Italian and French royal courts.

After the dessert was imported to the United States, it was served by several famous Americans. George Washington and Thomas Jefferson served it to their guests. In 1700, Governor Bladen of Maryland was recorded as having served it to his guests. In 1774, a London caterer named Philip Lenzi announced in a New York newspaper that he would be offering for sale various confections, including ice cream. Dolly Madison served it in 1812.

First Ice Cream Parlor In America - Origins Of English Name
The first ice cream parlor in America opened in New York City in 1776. American colonists were the first to use the term "ice cream". The name came from the phrase "iced cream" that was similar to "iced tea". The name was later abbreviated to "ice cream" the name we know today.

Methods and Technology
Whoever invented the method of using ice mixed with salt to lower and control the temperature of ice cream ingredients during its making provided a major breakthrough in ice cream technology. Also important was the invention of the wooden bucket freezer with rotary paddles improved ice cream's manufacture.

Augustus Jackson, a confectioner from Philadelphia, created new recipes for making ice cream in 1832.

Nancy Johnson and William Young - Hand-Cranked Freezers
In 1846, Nancy Johnson patented a hand-cranked freezer that established the basic method of making ice cream still used today. William Young patented the similar "Johnson Patent Ice-Cream Freezer" in 1848.

Jacob Fussell - Commercial Production
In 1851, Jacob Fussell in Baltimore established the first large-scale commercial ice cream plant. Alfred Cralle patented an ice cream mold and scooper used to serve on February 2 1897.

Mechanical Refrigeration
The treat became both distributable and profitable with the introduction of mechanical refrigeration. The ice cream shop or soda fountain has since become an icon of American culture.

Continuous Process Freezer
Around 1926, the first commercially successful continuous process freezer for ice cream was invented by Clarence Vogt. (Mary Bellis - investor about)


See also : sour sally



burger king

Senin, 25 Oktober 2010

My Name's Sally, and My Brand isn't Built Mediocrily

The success of a business, real tempting many other business entities to emulate. We find a lot of me too products that can be more booming than the product the "original" her. With this understanding, Sour Sally tried to focus on character, story, icons, and strengthen brand equitynya, as a differentiation strategy is not easy to give birth-for me too.

Colonel Harland Sanders, has passed away 29 years ago. Sanders, with a white beard and friendly smile, is the iconic figure for KFC, which he founded after he successfully conduct business negotiations with its 100-restaurant, where the network is where KFC franchise began.

However, Sanders was not Sally. Sally is a 14-year-old girl, with two ponytail, and happy to wear socks piebald. "Parents" gave her the name Sally because that name is memorable, and ear catching. "That name seemed cute," said Marcus Kandou, Marcomm & PR Director of Berjaya Sally Ceria, the principal outlet Sour Sally.

"We are very detailed on the concept of branding," I'm Marcus. Brand name, continued Marcus, is very important to brand equity and brand character that are not easily imitated, especially in the retail world that are vulnerable me too. Thus, the character of Sally is also implemented in the interior design of stores, as a girl girly room, with dominant colors of green and pink that seemed welcoming. In the 'room', the legs of the chair is also black and white, like a sock Sally. "A successful brand is a combination of product quality and flair to maintain its brand equity," added Marcus.

When Sally "declare" sexed women, according to Marcus is usually a health conscious because it is female. "Our initial target market is the segment AB, the teenage girl to 24, from the school, through college," explained Marcus. However, in reality Sour Sally's much-loved among others, such as mothers, to young executives. "What is important we focus on target market first," added Marcus.

Efforts Sally gave birth to this character, I have drawn Marcus largest proportion of the budget-working with a branding agency of Singapore. It seemed a harsh intention not to create a brand that semenjana. "Once you think, think big," said Marcus.

Sour Sally who transformed animation site "Sally in Yogurthy Land" with the support of merry music (melody bring playground ambience), is a manifestation of the seriousness of the brand strategy is founded by Donna Pramono this. Perhaps not many know, that Sally's house in the virtual universe was selected as Favorite Website Awards (FWA) in September 2008, an event sponsored by Adobe-by Voters from all over the world. "It was Sally's fans in Indonesia is still small," added Marcus. Content of this website, continued Marcus, will still be developed, for example through the addition of games.

Also important is the submission of the communication that takes the concept of integrated Sally-established through relationships with the media, or the empowerment of emerging social networks lately, and PR-ing. "Also because of the media, we are greatly helped by the social networking site that helps create a two-way communication," said Marcus.

Marcus said that this communication and then make Sour Sally became talk of the town-even at some outlets could happen queue. Someone with the user name "masasih" wrote the following impression in Seconds Forum: "There's a hell ga perhatiin now people are more hobby really willing to buy sour sally till very long queue at the malls like that? When in fact if that is the same kind of sour sally wrote together yogen fruz ato newzealand yoghurt. "Euphoria of Sour Sally has even been used by Sony Pictures International, which attract local partners to sponsor a Pink Panther movie launching in February 2008.

The decision to utilize the space in the virtual universe, is also motivated by habits of carefulness Sally see the target market of this yogurt processed products. "The target market we're happy to hang out to the cafe, very fashionable, and gadget conscious," said Marcus. Therefore, continued Marcus, promotional use sites like Facebook or Twitter to be more air-impact. "The core of his marketing communication strategy should be more creative, let alone we have no budget for advertising," added Marcus.

However, Marcus acknowledged that there is another element that must also strengthened the visibility. "At this stage of introduction, the existence and consistency is very important outlets," said Marcus. Therefore, until the age of more than a few months of this year's first guest Sally visited on May 15, 2008 at Senayan City, Sour Sally already has more than 10 stores in the mall-all.

Now, Sally is growing and developing media-some call Sour Sally as "phenomenal Rising Star". It is said that the secret is to treat a brand as a baby. "We must show the parent, by providing nutrition, rearing, and gives" playmates "right," said Marcus. Sally increasingly smiled broadly as his parents had chosen "friends" like X2 club, MRA Printed Media, Blitz Megaplex, and a fitness center in the assessment process to be collaborative partners. "The partnership is a cross between a member benefit, so we can at the same time grabbing those communities who like to watch, read until the clubbing," said Marcus who is also preparing a special event for the fans of this girl named Sally.

The most important element in brand building Sour Sally is the atmosphere at the outlet of a somewhat fresh and unique character. Strategies to create characters, icons, etc. I think is right, because Sally has been making Sour differentiation, and succeeded in forming personality brandnya through a little girl with brindle socks typical.

Meanwhile, the benefits in terms of visibility to the number of outlets everywhere are strengthening. Consumers like to be reminded and drawn by the presence of its outlets. Although I have not much noticed Sally activity, looking at the situation these outlets and the website also, I think the brand guidelines Sour Sally is fairly consistent, and its brand message can be captured quite clearly by the target market.

In addition, Sour Sally itself is a relatively new brand that still need to enter into an agreement with another brand to expand its penetration in the market. Some things to consider for a business like this is a momentary trend factor and the entry barrier is relatively small. Local Consumer known talkative and happy with new things.

Entry barrier means little other parties can also get into this business because of the general raw materials and do not have a significant secret recipe. Automatic level of competition will become increasingly hard as the other party started seeing a lot of play because of high consumer response. Through cooperation with another brand, of course, can arise for new programs on an ongoing basis (Iski - mix)


See also: sate, hanamasa

Minggu, 24 Oktober 2010

Ke Hanamasa Yuuukkk...

Hanamasa Restoran, merupakan restoran Jepang pertama di Indonesia bertaraf International dengan konsep Self – Service, serta perpaduan tradisionil khas Jepang dan Indonesia. HANAMASA menyajikan menu utama YAKINIKU (makanan yang dibakar) dan SYABU – SYABU (makanan yang direbus) dengan beragam makanan pilihan mulai dari daging Sapi, Ayam, Sea Food dan Sayuran segar yang diolah secara higienis.
Dilengkapi dengan saus tradisional khas Jepang, seperti Saus Niku Tare (saus berwijen) dan Saus Soto Tare (saus tanpa wijen) untuk menambah citarasa masakan khas HANAMASA yang enak dan lezat.

Ada juga saus “Thai Suki” khas Thailand yang sangat segar dan lezat.Selain menu utama, ada juga menu tambahan, seperti : Chicken Wing, Burger dan Sosis Goreng.Untuk hidangan pembuka dan penutup tersedia aneka salad, jajan pasar, puding, buah es campur, juga minuman segar khas HANAMASA. Semua bisa Anda nikmati, dengan satu harga makan sepuasnya di HANAMASA. Dijamin puas dan yang pasti sehat. (hanamasaresto)

Dim Sum, Camilan Hangat Di Tengah Malam

Kemacetan lalu lintas di Jakarta dan sekitarnya membuat sejumlah area nongkrong jadi tempat singgah. Tak hanya menawarkan tempat bernaung sementara, biasanya tempat-tempat ini juga menawarkan suasana yang menyenangkan sekaligus hidangan lezat.

Uniknya, beberapa tempat menawarkan hidangan khas Cina, dim sum, sembari menunggu kemacetan berkurang. Tempat-tempat ini umumnya dibuka dari sekitar pukul 17.00 hingga menjelang atau lewat tengah malam.

Sebut saja Dim Sum di Jalan Kemang Raya atau Dim Sum Festival di Jalan Radio Dalam Raya. Dulu Dim Sum membuka cabang di daerah Al-Azhar, Kebayoran, tapi ditutup sehingga hanya ada di Kemang Raya, yang hampir selalu padat tiap jam pulang kantor.

Tak hanya di tengah kota, konsep tempat nongkrong plus hidangan dim sum juga ada di daerah pinggiran. Misalnya rumah makan Dermaga Dim Sum, yang berdiri tak jauh dari pintu keluar tol Cibubur. Meski sudah berkali-kali singgah ke tempat ini, kemarin malam Tempo kembali menyempatkan diri menikmati dua porsi dim sum dan secangkir teh Cina sebelum pulang ke rumah.

Dim sum berasal dari Cina. Hidangan ini mulai populer ketika jalur sutra--jalur globalisasi darat kuno yang menghubungkan Barat dengan Timur--masih dilewati para saudagar dan pelancong dari Arab ke Cina. Dim sum dan teh Cina menjadi hidangan pilihan para saudagar ketika mereka beristirahat di daerah Kanton, Cina. Dalam perkembangannya, dim sum menjadi makanan pendamping waktu minum teh dan camilan yang cocok dinikmati kapan pun.

Nah, Dermaga Dim Sum tampaknya menjual konsep yang mirip dengan sejarah hidangan dim sum itu sendiri. Slogannya saja "a tasty breakfood". Jadi, ketika para pekerja kantor lelah mengendarai mobil menembus kemacetan di Jakarta, mereka dapat singgah sebentar di pintu keluar tol Cibubur menikmati hidangan dim sum, sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke rumah. Apalagi rumah makan ini dibuka sejak pukul 10.00 hingga 01.00.

Pada akhir pekan, pelanggan yang datang ke rumah makan ini lebih ramai dari biasanya. Kadang ada pula live music, seperti karaoke, akustik, atau organ tunggal, untuk menyemarakkan akhir pekan. Untuk live music, Dermaga Dim Sum mungkin harus sedikit memperhatikan kenyamanan konsumen. Beberapa kali ke tempat ini, Tempo merasa live music yang dimainkan sedikit mengganggu kenikmatan ketika menyantap hidangan dan waktu mengobrol kala makan karena suaranya yang terlalu keras.

Dari segi arsitektur, rumah makan ini berbentuk dekonstruktif. Ada kemiringan hingga 60 derajat di salah satu dinding berjendela kaca. Tiang penyangga di tengah ruangan menyeimbangkan kemiringan itu dengan sudut 60 derajat ke sisi yang berlawanan. Suasana Cina tampak dari interiornya, yang dipenuhi warna merah, hitam, dan lampion persegi yang tergantung di tiap meja.

Di sisi yang berseberangan dengan dinding dekonstruktif, pelanggan bisa menyaksikan aktivitas dapur karena rumah makan ini mengusung konsep dapur terbuka. Ada pula panggung kecil di salah satu sudut untuk live music. Meski rumah makan ini terkesan kecil, penataan yang pas dengan furnitur modern membuat ruangan tersebut terasa lebih luas.

Tak hanya tepat untuk pekerja kantor yang pulang malam, tempat ini juga bisa jadi area nongkrong yang asyik. Para remaja atau pasangan sering terlihat menikmati dim sum ini di luar ruangan. Dermaga Dim Sum berlokasi di tepian danau kecil.

Bosan menikmati dim sum di dalam ruangan? Ada tenda-tenda kecil menghadap ke danau dilengkapi dengan kursi dan meja untuk makan. Nongkrong di pinggiran danau sambil menyantap dim sum ditemani embusan angin semilir tetap sama asyiknya baik waktu sore ataupun malam hari. Saat sore hari, pemandangan danau akan terlihat indah dengan efek warna yang muncul di air. Pada waktu malam, kerlipan cahaya di sisi lain danau membuat suasana terasa romantis.

Nah, dari hidangannya sendiri, kemarin malam, dim sum pesanan Tempo tersedia di atas meja dalam keadaan hangat. Hakau-nya terasa empuk dan gurih. Ketika digigit, daging udang akan terasa segar dengan sedikit cipratan air kaldu. Bila Anda lapar berat, ada hidangan sup, aneka makanan laut, dan bebek Peking panggang yang bisa jadi pilihan. Harganya bervariasi, dari satu porsi dim sum Rp 16 ribu hingga satu ekor bebek Peking panggang seharga Rp 195 ribu. (AMANDRA MUSTIKA MEGARANI - tempo interaktif)


Lihat juga : ice cream, sour sally

Resep Steak Ayam Saus Cabai

Berikut bahan-bahan dan cara pembuatan steak ayam saus cabai :

BAHAN:
500 gram gluten basah
cetakan ayam

BUMBU:
1/2 sendok makan minyak goreng
2 sendok makan saus cabai
1 sendok makan saus tomat
2 sendok makan saus plum
2 sendok teh gula pasir
1/2 sendok teh garam
1/2 sendok makan maizena
100 ml air


CARA MEMBUAT:

1. Kukus gluten sampai matang dalam cetakan ayam lalu buat keratan sehingga menyerupai kulit. Sisihkan.
2.Campur semua bahan bumbu lalu masak sampai mendidih, goreng "ayam" sampai matang dan sajikan bersama saus.

Untuk 2 porsi

Lihat juga : sate

Sushi, snacknya orang jepang

Apa yang telah menjadi seni kuliner Jepang dengan rasa lezat dan membentuk warna-warni, sebenarnya berevolusi dari awal yang sangat sedikit. Pada abad ke-7, Asia Tenggara memperkenalkan teknik pengawetan. Orang Jepang diperoleh praktek yang sama yang terdiri dari packing ikan dengan padi (sekarang dikenal sebagai sushi). Sebagai ikan fermentasi beras yang dihasilkan asam laktat yang pada gilirannya menyebabkan pengawetan ikan ditekan. NApakah-Sushi adalah 1300 tahun dan merujuk ke produk dapat dimakan jadi yang dihasilkan dari metode awal.
Namun, karena proses yang panjang tersebut, mana saja dari 2 bulan sampai satu tahun, suatu bentuk diubah muncul melalui abad 15 dan 16. Nama-nApakah mengacu pada proses yang lebih cepat dari pengawetan yang memotong waktu fermentasi sementara termasuk beras sebagai bagian dari makanan. sushi Kuno seperti, nApakah-Sushi dan Nama-nApakah adalah fondasi bagi apa yang kemudian menjadi menyenangkan sushi enak kita kenal dengan hari ini.
Perbaikan selama berabad-abad muncul karena beberapa pengusaha Jepang yang memiliki bakat untuk variasi pada resep. Abad ke-17 melihat makanan ini jari halus dilengkapi dengan cuka. Matsumoto Yoshiichi Edo (Tokyo) memperkenalkan penggunaan cuka padi menjadi beras sushi. cuka ini adalah unsur menyambut. Ini berfungsi untuk mengurangi panjang persiapan biasa sambil menambahkan rasa menyenangkan kegetiran. Meskipun proses fermentasi dipersingkat, kebiasaan pengawetan usia dengan metode kotak atau berguling dilanjutkan sampai abad ke-19.
Pada 1820's Hanaya Yohei Edo (Tokyo) dibawa ke Edoites resep yang paling mirip dengan apa yang kita dilayani hari ini. potongan-Nya, yang termasuk Sashimi (ikan mentah segar diiris) atau seafood dikombinasikan dengan beras vinegared, telah disusun dan disajikan untuk pelanggan langsung dari warung sushi-nya. Tidak hanya itu Hanaya memperkenalkan ikan mentah untuk nasi sushi (Edomae-Sushi/Nigiri-Sushi), ia mulai tradisi menyajikan makanan ringan pada itu segar dan tercepat. Idenya memenangkan mendukung segera atas piring sushi waktu lebih dihormati. Kios portabel yang populer melalui Perang Dunia II dan merupakan "Fast Food" pendahulu ke bar sushi hari ini.
Ini sehat dan lezat seteguk melihat transformasi yang paling terakhir di abad ke-20. Sushi sekarang muncul di seluruh dunia dengan peningkatan popularitas Amerika Serikat sekitar tahun 1970-an. Seperti dalam seni, Jepang Sushi terus berkembang, perubahan dan mekar. Bentuk yang paling umum adalah: Nigiri-Sushi (tangan berbentuk sushi), Oshi-Sushi (sushi ditekan), Maki-Sushi (sushi digulung) dan Chirashi-sushi (sushi tersebar). Perubahan tersebut tidak dalam bentuk atau persiapan sebanyak yang mereka berada di bahan dan suasana dimana disajikan. Ini kreasi petualang dan lezat dapat ditemukan di paling elegan pengaturan atau pasar grosir counter.
The Itamae-San (koki ahli) juga melihat adanya perubahan karena permintaan untuk diri kerajinan itu telah berkembang. Tahun yang lalu, seseorang tidak bisa berlatih bentuk seni tanpa minimal 10 tahun pelatihan dan keterampilan terbukti. Sekarang, karena kebutuhan yang terus meningkat, restoran akan mempekerjakan koki Sushi dengan hanya beberapa tahun pengalaman belajar. Tapi Sushi adalah tentang keahlian kuliner dan Itamae-San terus berusaha untuk menguasai / nya keahliannya sambil melakukan untuk menyenangkan pelindung dan melayani berbagai warna cerah, mouthwatering selera dan sensasi kesemutan. Bahkan yang paling pemalu dapat memanjakan diri dengan pilihan sushi yang menakjubkan. Hanya sejarah harta tersebut digulung harus menjamin rasa ... jadi menyerah dan menikmati bentuk seni otentik Jepang dimakan. (Jorie Nolen - eatsushi)

Lihat juga: dim sum, ice cream

Basic Wine Types

Bordeaux is France's largest wine region, yet surprisingly its most prestigious part, the Médoc, is also the youngest. It wasn't until the Dutch drained this flat, gravelly, marsh in the mid-17th century that the merchants of Bordeaux, keen to compete with the wine trade between Portugal and Britain (this was the time that port was 'discovered'), planted vines. History, politics, commerce and engineering have all played their part in shaping the wine that has become synonymous with Bordeaux.

Varietal is one word you'll see applied to most non-European wines; it simply refers to the grape variety used to make the wine. In Europe , the finest wines are usually named after the region (the other is appellation) in which the grapes are grown; examples include Bordeaux , Chianti, Rioja , Champagne , etc. In most of the rest of the world (including Australia, New Zealand, South Africa, South America and the United States) the finest wines are usually labeled with the name of the grape variety that the wine is made from (i.e.: Cabernet, Chardonnay, etc.).

Bordeaux wine tasting tours, Cabernet Sauvignon The Europeans have had hundreds of years to determine which grapes grow best in which regions, and they often have regulations controlling their labeling. For example, Pinot Noir is the only red grape allowed to be grown in most of the Burgundy region. As non-European countries establish reputations for the wines of certain regions, they often add the region's name to the varietal name; for example, Napa Valley Cabernet, Russian River Pinot Noir.

Serious wine-producing countries and states regulate the amount of a particular grape that must be present before the wine can flaunt that grape's name. In California and Washington any wine referred to by the name of the grape (Chardonnay, for example) must be at least 75% of that grape; most varietals in Oregon must be 90% of the named grape; and Alsace requires 100%.

Bordeaux wine tasting tours, MerlotThe types of grapes used to make a wine are probably the single most important factor in the taste of the wine. However, the flavors of a wine are also affected by how old the vines are, what types of soils the vines are grown in, exposure to sunlight, climates and microclimates, how the grapes are handled and fermented, types of yeast used, whether the wine is aged in wood, etc. Therefore, the same grape types can be grown in France , Australia , California and Chile , but various factors result in wines which taste different! Half the fun of experiencing wine is the incredible array of flavors available!

Many of the world's finest wines are a blend of varietals: almost all Bordeaux red wines contain Cabernet Sauvignon, Merlot and Cabernet Franc; almost all Champagnes contain Pinot Noir and Chardonnay. A wine which is a blend of Cabernet and Merlot, for example, is often more complex than a wine which is 100% Cabernet Sauvignon. Exploring varietal characteristics makes for a richer wine experience. To that end, we have collected descriptions of the varietals you are most likely to encounter. (bxwinex)


See also : ice cream, sate

Bagaimana Memilih Tanaman Anggur yang Tepat untuk Wine?

Tumbuh buah anggur yang tepat untuk pembuatan minuman anggur  (wine) akan mengambil pengalaman dan rasa baik-bulat rasa. Ada beberapa faktor yang berbeda Anda harus mempertimbangkan untuk menentukan apa yang akan menjadi anggur yang tepat untuk kebun anggur Anda. Dalam rangka untuk memulai proses pembuatan anggur, Anda akan ingin untuk mengetahui varietas anggur yang berbeda pertama.

Jenis anggur yang Anda gunakan untuk membuat anggur akan sangat menentukan jenis anggur Anda dapat membuat. Masing-masing varietas anggur memiliki rasa mereka sendiri, tekstur, rasa, dll Setiap orang lebih menyukai satu jenis anggur di atas yang lain, sehingga Anda harus menentukan jenis anggur anda akan menikmati menciptakan. Dengan menggabungkan varietas yang berbeda yang berbeda Anda dapat membuat rasa lebih canggih anggur.

Malbec

Varietas ungu dari buah anggur telah digunakan selama bertahun-tahun untuk menciptakan anggur merah. Malbec buah anggur adalah salah satu varietas yang paling populer anggur anggur merah. Ini cluster ke sekelompok anggur dan biasanya dibudidayakan di Prancis. Meskipun anggur ini juga tumbuh secara global, maka akan biasanya ditemukan di Perancis.

Cabernet Sauvignon

anggur Cabernet dikenal kaya warna ungu mereka, karena itu tidak mengherankan bahwa mereka akan digunakan dalam pembuatan anggur merah juga. Kebanyakan cabernets dapat ditemukan tumbuh alami di daerah seperti Australia dan Amerika Serikat. Cabernet ini pertama kali diperkenalkan ke Perancis pada abad ke-17 dan masih salah satu yang paling populer rasa anggur.

Merlot

anggur merlot Kebanyakan dikombinasikan dengan varietas lainnya dari buah anggur dalam rangka menciptakan berbagai anggur yang kaya dan kuat merah. Ini adalah anggur yang sangat varietas yang dinikmati oleh banyak negara sama. Merlot memiliki tekstur halus dan rasa plum kaya. (Cherry Casgrove -ezinearticles)

Lihat juga : soto, burger king